Mie Ayam Tunggal Rasa Sukoharjo | Mie Ayam Pojok Pertigaan Trosono - Bungkuk Parang

Mienyi - Mie ayam dengan Sawi putih ini, adalah mie ayam yang jarang mienyi santab. Umumnya sih pakai sawi ijo biasa. Hehehe.

Ceritanya, sehabis mengurus KK (Kartu Keluarga) di Capil Magetan. Dan sepulang dari sana, ngajakin adek untuk menyantap mie ayam favorit ketika pulang kampung ke Magetan.

Dan sehabis itu, pulang ke rumah istri di Ponorogo. Disana Mienyi diajak ke dua tempat kuliner sekaligus yakni Bakso Kikil Siberut Indah dan juga Soto Ayam Borang.

Wah, benar-benar membuat mienyi begitu merasa kurang jauh berkelana. Menyantap dan mencicipi masakan kuliner Indonesia. Hahaha.

Mie Ayam Pojok Pertigaan Trosono - Bungkuk - Parang | Mie Ayam Tunggal Rasa Sukoharjo

Mie Ayam Tunggal Rasa Sukoharjo | Mie Ayam Pojok Pertigaan Trosono - Bungkuk Parang

Yah, hitung-hitung  bayaran Bucel yang sudah mau menjemput ke Terminal Maospati - Magetan pagi buta.

Bahkan dia bersedia menemani satpam sekolah membukakan gerbang sekolah. Saking awalnya di datang ke sekolahan. ­čśé


Mie Ayam Sawi Putih

Umumnya, sayuran yang dipakai dalam menu mie ayam adalah Sawi Ijo (Hijau). Tapi mie ayam yang berada dipertigaan, akses tiga wilayah ini memakai sawi putih.

Tampil beda dong.

Diluar sana banyak yang memakai sawi serupa. Mienyi sendiri pernah santab dibeberapa warung. Tapi sayangnya lupa.

Mie Ayam ini sama dengan yang lainnya. Dari mie nya, ayamnya, kuahnya dan hanya sawi nya saja yang berbeda.

Entah bagi yang lain memiliki pendapat yang bagaimana, hanya saja mienyi merasakan rasa yang beda.

Tentu karena perbedaan dari sawi-nya.

Mie Ayam Tunggal Rasa Sukoharjo | Mie Ayam Pojok Pertigaan Trosono - Bungkuk Parang

Jika Mienyi menganggap sawi ijo (hijau) itu gurih ketika dikunyah. Maka sawi putih ini jauh lebih gurih lagi.

Sensasi suara kremes-nya ketika tergigit, mensugesti mienyi bahwa mie ayam ini memang berbeda.

Lain daripada yang lain deh.

Faktor lainnya adalah ketika mie ayam ini dikasih saos dan kecap dalam satu adukan. Rasanya bercampur dari manis, kecut, dan asin. Dan Mienyi suka.

Padahal selama ini, mienyi anti sekali menyantap mie ayam, bakso, soto dan lain-lainnya selain hanya sambat saja. Tanpa embel-embel lainnya.

Itu lah kenapa mie ayam yang berada di pertigaan Trosono - Bungkuk - Parang ini, menjadi warung mie ayam yang sudah wajib Mienyi santab ketika pulang kamfung.

Mie Ayam Tunggal Rasa Sukoharjo | Mie Ayam Pojok Pertigaan Trosono - Bungkuk Parang
Pertigaan
Warungnya kecil menurut mienyi. Dengan meja berpola U yang melingkar.

Kadang ada jajanan yang mienyi sukai, yakni usus goreng yang digoreng garing. Tapi dengan kerupuk rambak (kulit sapi) ternyata sudah cukup menggantikan posisi usus gorengnya. 

Mie Ayam Tunggal Rasa Sukoharjo | Mie Ayam Pojok Pertigaan Trosono - Bungkuk Parang

Dan sekali lagi, ternyata itu juga paduan yang cukup mesra. Hehehe

Makan Ditempat vs Dibawa Pulang


Jika makan ditempat, seperti kebiasaan Mienyi. Yakni sambal saja.

Namun kalau dibawa pulang, biasanya Mienyi menerima jika harus dicampur dengan saos dan juga kecap.


Seolah-olah kayak ada jeda waktu tertentu agar semuanya meresap dan menyatu dengan bambu. Baik sambal, kecap dan juga saosnya.

Anehnya, kok yo mienyi masih suka. Aneh sekali lho. Hemh,

Harga nya masih wajar lah

Masih wajar sekali kok.

Rp.7.000,- untuk satu porsi mangkuk mie ayam. 
Rp.2.000,- untuk segelas minuman,
Rp.500,- untuk jajanan rambaknya.

Masih sesuai dengan ukuran dompet seisinya lah.

Lokasi

Silahkan di tandai sendiri ya.

Monggo:

0 Response to "Mie Ayam Tunggal Rasa Sukoharjo | Mie Ayam Pojok Pertigaan Trosono - Bungkuk Parang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel